Strategi Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning )

Image Posted on

Setelah mengetahui pengertian serta ruang lingkup dari strategi pembelajaran, maka bagaimanakan dalam konteks pembelajaran kooperatif? Mungkin banyak artikel, buku dan makalah yang berbicara mengenai strategi pembelajaran, akan tetapi masih sedikit yang mengupas tentang pembelajaran kooperatif (cooperative learning) Strategi pembelajaran kooperatif (SPK) memang merupakan strategi pembelajaran kelompok yang akhir–akhir ini menjadi perhatian dan dianjurkan para ahli pendidikan untuk digunakan dalam keiatan pembelajaran siswa. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan atau tim kecil (small group), yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen).

Menurut Kauchak, sebagaiman dikutip Dede Rosyada, cooperative learning adalah belajar yang dilakukan bersama, saling membantu satu sama lain, dan mereka telah menyepakati tujuan atau kompetensi yang akan dicapai, masing–masing memiliki akuntabilitas individual, dan masing–masing harus mempunyai kesempatan yang sama untuk mencapai sukses. (Dede Rosyada, 2004:169). Sedangkan dalam strategi pembelajaran kooperatif itu terdapat empat unsur penting yang harus dipahami guru, yaitu:

  1. Adanya peserta dalam kelompok

Peserta adalah siswa yang melakukan proses pembelajaran dalam setiap kelompok belajar.

  1. Adanya aturan kelompok

Aturan kelompok adalah segala sesuatu yang menjadi kesepakatan semua pihak yang terlibat, baik siswa sebagai peserta didik, maupun siswa sebagai anggota kelompok. Misalnya aturan tentang pembagian tugas setiap anggota kelompok, waktu dan tempat pelaksanaan, dan sebagainya.

  1. Adanya upaya belajar dalam setiap anggota kelompok

Upaya belajar adalah segala aktivitas siswa untuk meningkatkan kemampuannya yang telah dimiliki maupun meningkatkan kemampuan baru, baik kemampuan dalam aspek pengetahuan, sikap maupun keterampilan.

  1. Adanya tujuan yang harus dicapai

Aspek tujuan dimaksudkan untuk memberikan arah perencanaan, palaksanaan, dan evaluasi. Melalui tujuan yang jelas, setiap anggota kelompok dapat memahami sasaran setiap kegiatan belajar. Bellanca dan Fogarty, dalam Laura Lipton dan Deborah Hubble, menambahkan lima unsur yang harus disertakan dalam strategi pembelajaran kooperatif, yaitu:

a) Membangun pemikiran tingkat tinggi

b) Menyatukan tim

c) Memastikan pembelajaran individu

d) Meninjau dan membahas, dan

e) Mengembangkan keterampilan sosial. (Laura Lipton, 2005:79)

Strategi pembelajaran kooperatif mempunyai dua komponen utama, yaitu komponen tugas kooperatif (cooperative task) dan komponen struktur insentif kooperatif (cooperative incentive structure). Tugas koperatif berkaitan dengan hal yang menyebabkan anggota bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok, sedangkan struktur insentif kooperatif merupakan sesuatu yang membangkitkan motivasi individu untuk bekerja sama mencapai tujuan kelompok. (Wina Sanjaya, 2007:241).

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa dalam pembelajaran kooperatif lebih menekankan pada proses kerja sama dalam kelompok. Hal ini terlihat mulai dari pembuatan aturan kelompok hingga pada penyelesaian tugas kelompok. Setiap individu dalam kelompok akan saling membantu dan memotivasi, mereka memiliki tanggung jawab terhadap kelompok, sehingga setiap siswa akan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi demi keberhasilan kelompok.

Dengan pengajaran kelompok kecil ini memungkinkan akan sangat membantu guru dalam memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru siswa maupun antara siswa dengan siswa. Adakalanya siswa lebih mudah belajar dari temannya sendiri, adapula siswa yang lebih mudah belajar karena harus mengajari atau melatih temannya sendiri. Dalam hal ini pengajaran kelompok kecil dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Pengajaran ini memungkinkan siswa belajar lebih aktif, memberikan rasa tanggung jawab yang lebih besar, berkembangnya daya kreatif, dan sifat kepemimpinan pada siswa, serta dapat memenuhi kebutuhan siswa secara optimal. (Uzeer Usman, 2002:103)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s